Mencoba untuk mencinta bahasa /Korea/ Arab

 

Beberapa bulan yang lalu, saya masih sedikit bersedih hati. Ingin rasanya, perasaan sedih ini segera menguap bersama evaporasi air oleh terik mata hari kota Bogor. Kering, tidak basah lagi. Ada apa gerangan?. Sebenarnya, bukan sesuatu yang penting. Tapi bisa juga menjadi sangat penting. Masalahnya hanya terdapat pada running tool yang bernama “bersyukur” di dalam processor otak saya. Astaghfirullah, saya sempat berlaku tidak bersyukur-semoga saya terhindar dari hal demikian- dengan merasa sedih atas sebuah keputusan terbaik atas diri saya. Mohon ampun Ya Robb.

setelah berfikir sejenak dan saya mencoba untuk merangkai hubungan klausa ” bersedih hati” dengan tidak “bersyukur”. berikut tulisan saya…

(masih penasarankan? apa hubungannya isi tulisan dengan Judul? ) …………….mari lanjutkan!!

Saya bersedih karena saya terpaksa harus meninggalkan kegemaran saya terhadap bahasa Jepang untuk sementara waktu. Karena satu dan lain hal saya harus memaksakan diri untuk menyukai dan mengagumi bahasa Korea. Dalam pandangan saya bahasa Jepang punya daya tarik sendiri, karena itulah dengan segala keterbatasan, saya terus berusaha mempelajari bahasa negeri matahari terbit ini.  Alhasil, saya menjadi jatuh cinta dan kagum terhadap bahasa tersebut (semoga suatu saat Bahasa Arab akan menjadi bahasa cinta saya yang utama: amin).

Seperti kata pepatah: tak kenal, maka tak sayang. Demikianlah yang terjadi dengan design imajinasi saya tentang bahasa Korea. Bahasa Jepang telah mendominasi benak saya, secara tidak sadar mempengarui saya. Saya acap kali membanding-bandingkan kedua bahasa tersebut. Alhasil, saya berkesimpulan bahwa bahasa Jepang lebih unggul dari Bahasa Korea. karena memang bahasa Jepang lebih dahulu saya kenal. Efeknya, saya sedikt tidak menyukai bahasa  Korea. Dan dampak yang paling tidak baik adalah saya mulai tidak menikmati proses belajar otodidak bahasa korea  saya.

Belajar dari hal serupa yang terjadi beberapa tahun yang lalu (dalam tulisan saya Mengapa saya bertahan di Biologi IPB), Saya segera bertindak praktis: evaluasi dan esekusi. Saya mengevaluasi diri: tidak akan menghasilakan sesuatu yang menguntungkan jika saya terus terjebak oleh “perasaan” tak terarah ini. Maka saya harus “mengarahkan” perasaan  saya bergerak menuju ranah motivasi positif agar saya mampu “akrab” dengan bahasa Korea (target). untuk kasus seperti ini, biasanya saya harus melakukan eksplorasi sisi positif atas “target” agar persepsi positif terbangun dan memberi pengaruh yang baik terhadap output berupa perlakuan yang saya pilih terhadap target. Alahamdulillah, setelah memakan sedikit waktu. Akhirnya motivasi saya untuk mencintai bahasa Korea mulai terbangun. Dan itu bermula dari sesuatu yang sederhana: arti Annyong Haseyo. Saya memiliki sebuah padangan tersendiri terhadap arti dari ucapan “selamat pagi”  ini. Frase tersebut memiliki makna yang dalam (silahkan baca ” Annyonghaseyo (안녕하세요) dalam pendapat saya”). Mudah2an suatu saat saya juga menemukan makna yang dalam dari hakikat penguasaan bahasa Arab -yang semestinya telah saya kuasai-. Bahkan harus sesegera mungkin. Bukankah bahasa Arab sebagai bahasa penghuni syurga telah menjadi alasan yang cukup untuk bisa mencintainya di atas bahasa lain.  Ya Allah berikan hamba keinginan yang sekokoh karang….untuk menjadi penutur bahasa Mu

 

-sebuah harapan dan cita2 saya

Advertisements

Terinspirasi oleh sebuah buku berjudul: The Pelancong Nekat (Bukune mei 2009). Saya ingin menulis sedikit tulisan yang berkenaan dengan topik tersebut: jalan-jalan. Ya, sembari bermimpi sedang bersiap2 untuk sebuah perjalanan jauh. Saya memulai tulisan sederhana ini. Siapa tahu mimpi ini akan saya capai suatu saat nanti (yuk, sebelum bcanaya di lanjutkan, mari aminkan doanya saya ini).  Dan tulisan ini akan sangat membantu sebagai sebuah perencanaan  dan persiapan yang matang jika semua itu nanti terjadi. He…He…. (mimpi adalah kunci……..laskar pelangi ost mengalun).

41044

prolog: saya bermimpi akan melakukan perjalanan ke Korea dalam rangka melanjutkan sekolah (karena buku yang saya maksud di atas membahas seputar jalan2 ke korea). maka apa saja yang harus kita siapkan?. Berikut sebuah ringkasan obrolan santai saya dengan seorang saudara saya di KAIST (Korea Advance I…… Science and Technology)

Ada 3 poin yang harus kita siapkan yaitu: perbekalan, keilmuan dan mental.

1. perbekalan yang dimaksud adalah: 1) dokumen 2) pakaian 3) makanan 4) dan obatan. Dokumen sebaiknya kita tanyakan kepada Prof kita yang berada disana guna menghindari “tragedi” tertinggalnya dokumen2 penting yang berkaitan dengan urusan belajar kita di kemudian hari. Bertanya kepada senior yang pernah melakukan perjalanan ke negara dengan urusan yang sama juga menjadi solusi yang cerdik.

Untuk pakaian, bawalah sesuai dengan kebutuhan. Informasi seputar iklim negara tujuan akan sangat membantu. Misalnya kita akan melakukan perjalanan seputar bulan Agustus dan September, maka kita di anjurkan untuk membawa pakaian yang biasa kita pakai di Indonesia. Summer sedang mampir di Korea di  rentang waktu yang berdekatan dengan bulan tersebut. Jadi kita dapat mengoptimalkan barang bawaan kita dengan sesuatu yang lebih kita butuhkan. Ingat barang bawaan kita sangat di batasi beratnya. Kebanyakan maskapai penerbangan memberikan jatah 20-30 Kg pr penumpang. Jika kita berencana tinggal untuk waktu yang lama, jangan khawatir dengan persiapan pakaian untuk menghadapi musim yang berbeda dengan negara kita. Misalanya yang berkaitan dengan musim dingin. Membeli jaket tebal akan jauh lebih membantu jika kita lakukan di negara tujuan. Selain akan memakan ruang yang cukup besar, jaket tebal yang kita bawa dari indonesia belum tentu akan cocok untuk menghadapi dingin di negara tujuan. Kita di anjurkan membawa jaket atau sweater standar negara kita beberapa lembar saja, cukup.

Nah, 2 poin terakhir untuk kategori perbekalan, namun tak kalah pentingnya adalah makanan dan obat. Makanan yang memiliki daya simpan lama yang menjadi pilihan untuk dibawa: rendang, dendeng, sosis dan beberapa makanan kemasan seperti: mie instant dll. Makanan ini akan sangat berguna saat masa-masa awal kedatangan kita. Terlebih jika negara tujuan kita adalah negara dimana makanan halal sedikit sulit untuk di jumpai. Dan untuk perkara obat2an, kita masing2 sangat mengetahui apa yang perlu dan tidak di bawa. Hanya saja sebagai catatan kita harus memnyesuaikan jenis barang bawaan kita dengan peraturan yang di buat maskapai penerbagan terkait dengan barang yang diizinkan dan dilarang untuk penerbangan.

(bersambung….)

Foto salah satu sudut kampus IPB: Sawah Baru.

Daerah ini sangat rawan kejahatan bila Bogor telah di selimuti sang malam, tepatnya di atas jam 9 malam. waspadalah…….waspadalah….

kasus yang terekam:

1. pernah kejadian, seorang mahasiswa dengan motor ninjanya di todong oleh sekawanan “bajing” tak di kenal. Mahasiswa naas tersebut mengalami kerugian berupa: 1 buah motor ninja; 1 buah laptop; sejumlahuang; 1 buah hape N**IA. Demikianlah, semoga Allah lindungi kita dari keburukan mahluknya

P4220017

Bus P46 yang saya tumpangi menuju slipi berhenti sedikit lebih jauh dari tempat yang dipandu seorang teman. Saya terpakas sedikit bertualang. Sebelumnya saya tidak bertanya sedikitpun. Saya ingin merasakan asyiknya “petualangan mencari jejak kedutaan korea selatan ini”. Saya sempat menjangkau sebuah penyebrangan yang berada tak jauh dari halte pemberhentian bus kampus Paramadina. Saat saya mulai merasa tak yakin sudah berada di tempat yang dimaksud oleh mas Budi dalam arahannya. Saya tidak menemukan satupun tanda2 kasat mata yang menunjukan eksistensi kedutaan dari sisi jalan di mana sejak tadi saya berada. Namun kemudian saya menyerah. Saya putuskan untuk bertanya.

Saya sempat bertanya kepada seorang ibu. Dari konsultasi singkat tersebut, beliau menyarankan saya untuk berbalik arah guna menyeberangi jalan melalui sebuah jembatan penyeberangan yang berada cukup jauh dari tempat saya berdiri. Sebuah jembatan yang sempat di lewati bus yang saya tumpangi tadi ke arah Slipi. Padahal saya sudah jalan jauh berbalik arah menujuh pancoran. Saya mulai ciut. Radar visual saya bekerja, saya melihat ada sebuah jembatan penyeberangan yang terletak lebih dekat dari posisi kami berdiri. Saya menghibur diri seraya berharap semua sesuai dengan filing saya. Filing saya mengatakan jembatan terdekat ini akan saya seberangi nanti. Sebenarnya filing ini tak lain hanya sebuah harap bawah sadar saya untuk mendapat kemudahan akhir dari sebuah “petualangan”. Tapi sekali lagi, saya tidak yakin. Memang berdasarkan petunjuk mas Budi, kedutaan Korea itu berada tepat di seberang universitas Paramadina. Tapi-seperti yang saya sebutkan tadi- tak satupun ada tanda yang mamapu meyakinkan saya.

Saya memutuskan berbalik arah dan menjauhi halte kampus Paramadina. Akhirnya saya memutuskan bertanya kembali. Kali ini kepada sekelompok satpam Paramadina yang untuk kedua kalinya saya lewati

“Maaf pak, kedutaan Korea dimana ya?”

“Ngapa mas bingung? seakan mind reader satpam itu menebak sumber kelinglungan saya.Ha….ha…seperti apa ya wajah saya disaat sedang linglung.

“Kedutaan Korea tepat di seberang, kira-kira bertetanggaan dengan Gedung itu” tunjuk seorang satpam sambil mengarahkan tangannya ke gedung tinggi yang bertuliskan surveyor Indonesia

“Memang  mas ini Jakarta, meskipun  lokasinya dekat bersebrangan, namun ribet untuk mencapainya”

“Kamu balik lagi aja ke jembatan di dekat sana. Klo jembatan yang disana lebih Jauh”

“Terima kasih ya pak” say berbalik arah dan tersenyum. “he…he…kali ini feeling saya benar” pikir saya

Beberapa menit kemudian saya sudah berada di halam kedutaan Republik of Korea.

Duh Jakarta………….Meski demikian masih banyak kok orang yang baik sehingga meski ribet tetap hepi.

teringat dengan sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen pembimbing saya seputar istilah umum di dunia molekular: apa yang kamu pahami tentang Genom, Gen, dan kromosom?. Saya semakin menjadi sadar -bahwa saya memang masih bodoh- ketika seorang adik kelas meminta saya untuk menjelaskan kepada beliau hal yang serupa. Dulu, saat sidang, saya dengan lancar bisa menjelaskan hal tersebut di depan para penguji. Namun, hal yang berbeda saya rasakan ketika saya memberikan penjelasan kepada adik kelas beberapa minggu yang lalu. Begitu tersendat-sendat, kacau dan jauh dari meyakinkan.

berikut sebuah sari pemahaman saya sepuatar Genom, Gen dan Kromosom. Sari analogi ini saya “peras” melalui sebuah diskusi santai saya dengan mbak Niken (seorang senior saya di program master biotek)

Kita mulai dengan Genom: Genom dapat di pahami sebagai DNA itu sendiri secara lengkap. Jadi, genom akan terdiri dari DNA yang diekspresikan maupun yang tidak diekspresikan. DNA itu sendiri adalah materi genetik yang berupa rangkaian unik basa-basa nitrogen (A, G, T, C). Kita bisa menganalogikan Genom sebagai satu paket koleksi eksiklopedia dengan berbagai topik. Kita akan menemukan banyak jenis buku di paket koleksi ensiklopedia tersebut.Ada ilmu terapan yang asyik untuk diapliksi hingga ensiklopedia yang mengulas ilmu “berat” atau topik “gak penting banget” yang sulit untuk diaplikasikan. Demikianlah pemahaman genom tersebut sebagai kumpulan ensiklopedia yang banyak sekali.

untuk Gen sendiri, dapat dipahami sebagai DNA yang diekspresikan. Analoginya, Gen itu adalah buku. Dapat berupa 1 atau lebih buku dengan topik menarik untuk di baca dari paket koleksi esiklopedia tersebut. Buku itu menarik karena ia mengadung ilmu yang menariksehingga bisa diaplikasikan.

Bagaimana dengan Kromosom?. Kromosom ini adalah tempat, atau tatakan untuk menempatkan kemasan genom. Kita ketahui genom disimpan dalam bentuk kemasan sempurna yang kemudian dilekatkan di sebuah tempat yang kita namakan kromosom. analoginya kromosom adalah rak-rak buku tempat menyimpan koleski esiklopedia berdasarkan topik pembahasannya.

lalu bagaimana dengan alel dan lokus. Lokus tempat Gen di kromosom. Analoginya seperti rak-rak kecil yang memuat buku per buku di dalam rak besar koleksi ensiklopedia tadi. Sedangkan alel, bukan berupa tempat tapi kopian dari Gen yang bisa jadi mirip ataupun berbeda sama sekali. Analoginya, ensiklopedia yang memuat topik menarik akan banyak di cari orang untuk di baca, maka harus di kopi.

demikianlah……jus “perasan” saya seputar istilah umum yang wajib di kenal dalam biologi molekular. Mungkin masih banyak kesalahan, ada yang puya masukan?

bergetar hati ni..
merinding rambut-rambut dipunuk dan kaki tangan ana..
membaca tazkirah antum ya akhie..
subhanallah..
Ana juga merindukan antum..
menjabat tanganmu dan berbagi kabar..
karena Allah jua yg menetapkan sgala hal dalam kehidupan kita..
Dia yang menghadirkan cinta dalam diri kita..
cinta yg juga hanya baginya..yang senantiasa kita pelihara seekuat tenaga agr hanya bagiNya saja..
begitu juga cinta ana pd ikhwafillah dan jg antum ya akhie..
Ana uhibbuk..
Allahhummassyad!
ya Allah aku mencintai saudaraku ini karena Mu..
saksikanlah ya Rabb..

semoga segera menyusul ya Akhie..
kabari ya..begitu jua kalo nanti brangkat ke luar negeri.. (sendiri dulu ato didampingi..)
dan tetap jaga silaturahim ni..
saling mengingatkan dan mendo’akan selalu..

sahabatmu..
~rp

Menjadi rindu saya dengan mu, sahabat.

Moga ini berkah yang mengalir, memekarkan kuncup bunga.

Bunga untuk di tabur pada penyambutan keluarga rabbani selanjutnya….dan buatlah para bidadari dan penghuni syurga cemburu pada kalian…..

pagi ini menjadi pagi yang indah…..sebuah undangan penghantar prosesi sumpah setara akad jual beli nyawa seorang hamba pada Rabbnya tlah saya terima.

sungguh, moga keberkahan itu mengalir untuk kalian berdua….di kumpulkan kebaikan diantara keduanya yang tersebar, maka jadilah telaga keberkahan di tengah umat yang beraharap sama…..

sebuah keberkahan yang berkelajutan…….

Saudaraku…..kau sungguh berani, ini yang membuat ku cemburu pada mu

doakan agar keberanian itu singgah di hati saya……..berani untuk menjadi lebih baik
lalu menjadi pantas untuk bersumpah setara nyawa pada Rabb kita…….

Mari kita lahirkan generasi robbani dari rahim keluarga yang di bangun dengan penuh berkah
Sebuah keluarga nabi ibrahim dalam keluarga kita

insya’allah